Pedagang Pasar Keramat Sebut Pemkab Salah Sasaran!Harusnya Lapak Liar Yang Ditertibkan

Petugas Satpol PP saat melakukan pembongkaran lapak pedagang di Kawasan Pasar Keramat, belum lama ini yang dianggap salah sasaran. (Foto: Dok Apri)

TINTABORNEO.COM, Sampit – Tindakan penertiban yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di kawasan Pasar Keramat menuai kritik tajam dari para pedagang. Mereka menilai, operasi tersebut justru menyasar lokasi yang salah.

Menurut Paguyuban Pedagang Pasar Keramat, pihak yang ditertibkan bukanlah pedagang liar yang mengganggu jalur lalu lintas, melainkan para pedagang resmi yang telah lama berada di area pasar. Padahal, yang selama ini menjadi keluhan utama adalah keberadaan pedagang musiman di luar kawasan pasar, khususnya di sepanjang Jalan Cristopel Mihing.

“Kami merasa kecewa karena bukan pedagang liar yang ditindak, justru kami yang sejak lama menetap dan membayar retribusi di dalam pasar yang dipaksa pindah,” tegas Ida Laila, perwakilan paguyuban, Jumat (1/8/2025).

Ida menjelaskan, salah satu keresahan utama para pedagang adalah menjamurnya penjual ayam dan ikan yang membuka lapak dadakan di luar area pasar. Selain mengganggu ketertiban jalan, mereka juga membuat harga pasar menjadi tidak stabil.

“Seharusnya mereka yang ditegur atau ditertibkan, karena berjualan di tepi jalan dan mengganggu kelancaran arus kendaraan. Tapi kenapa malah kami yang disuruh pindah?” keluhnya.

Menurut Ida, para pedagang liar tersebut berdalih berjualan di halaman rumah pribadi, sehingga tidak bisa disentuh petugas. Namun, dampaknya sangat dirasakan oleh pedagang resmi, yang pendapatannya menurun drastis.

“Setelah penertiban kemarin pun, hasilnya nihil. Mereka tetap berdagang seperti biasa di luar pasar. Ini menimbulkan kesan bahwa penertiban kemarin tidak adil dan tidak menyentuh akar persoalan,” tandasnya. (ri)