SMPN 1 Sampit Klarifikasi: Dugaan Belatung di Menu MBG Hanya Salah Tafsir Siswa

<p>Kepsek SMPN 1 Sampit saat menggelar jumpa pers, pada Senin (17/112/2025). (Foto: Apri)</p>
Kepsek SMPN 1 Sampit saat menggelar jumpa pers, pada Senin (17/112/2025). (Foto: Apri)
Bagikan

TINTABORNEO.COM, Sampit – Sebuah rekaman singkat yang menunjukkan seorang siswa SMPN 1 Sampit menyoroti lauk telur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ramai diperbincangkan warganet. Video itu direkam di dalam kelas dan beredar pada akhir pekan, kemudian memunculkan dugaan bahwa terdapat belatung dalam sajian tersebut. Suara perekam yang menyebut benda pada telur itu mirip ulat membuat publik ikut berspekulasi.

Menindaklanjuti kegaduhan itu, pihak sekolah melakukan pemeriksaan internal, mulai dari meminta keterangan siswa hingga menelusuri rekaman CCTV di ruang kelas. Dari rangkaian pengecekan itu, pihak sekolah menyimpulkan bahwa objek yang terlihat dalam video bukan benda asing, melainkan bagian dari tekstur olahan telur yang kemudian disalahartikan oleh siswa karena terpengaruh pemberitaan mengenai MBG yang sebelumnya ramai.

Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, mengatakan bahwa siswa yang mengunggah video tersebut sebenarnya tidak menemukan benda aneh pada makanannya. Namun, ia mengaitkan bentuk tertentu pada telur dengan informasi yang sudah ia lihat di media sosial. Penafsiran itu yang kemudian ia rekam dan ucapkan dalam video hingga menimbulkan kesan seolah ada temuan yang serupa dengan kasus lain.

“Setelah saya lakukan konfirmasi, siswa itu ternyata memiliki persepsi yang terbentuk dari pemberitaan MBG. Garis pada adonan telur dibayanginya sebagai sesuatu yang lain. Padahal olahan itu menggunakan saus atau mayones sehingga bentuknya bisa menyerupai pola tertentu. Setelah kami jelaskan, ia juga mengakui bahwa itu hanya imajinasi, bukan kenyataan,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ia menambahkan, kesimpulan tersebut diperkuat hasil penelusuran rekaman pengawas yang dipasang di ruang kelas. Tidak tampak adanya benda asing seperti yang diucapkan dalam video, dan makanan yang dibagikan kepada seluruh siswa juga tak menunjukkan masalah serupa. Sekolah, kata Suyoso, memberikan pembinaan kepada siswa tersebut serta mengingatkan kembali mekanisme pelaporan bagi penerima menu MBG.

“Dari CCTV tidak ditemukan benda seperti apa yang diceritakan. Telur yang diterima sama dengan yang lain dan juga dimakan. Kami sudah memberikan pembinaan, dan kami tekankan bahwa jika ada keluhan harus dilaporkan ke guru supaya bisa langsung diteruskan ke pihak MBG,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai siswa lain dalam kelas, Suyoso memastikan tidak ada murid lain yang menyampaikan keluhan ataupun menunjukkan persepsi serupa. Seluruh porsi yang dibagikan hari itu, menurutnya, dikonsumsi tanpa ada laporan janggal.

“Anak-anak lainnya makan seperti biasa. Tidak ada yang berimajinasi sama seperti rekaman itu. Bahkan makanannya habis,” tuturnya.

Dari pihak penyedia MBG, Ketua SPPG Yos Sudarso, Dinda Tulus, menyampaikan bahwa peristiwa ini langsung dijadikan bahan evaluasi bersama sekolah. Ia mengatakan bahwa standar operasional pengolahan maupun pengecekan makanan akan diperketat untuk mencegah kesalahpahaman yang bisa memicu kegaduhan publik.

“Intinya kami sama-sama evaluasi saja supaya kejadian seperti ini tidak terulang. SOP juga akan kami ketatkan lagi,” kata Dinda.

Terkait pernyataan sekolah bahwa benda dalam video bukan belatung, Dinda menyebut pihaknya belum dapat memberi penegasan final karena saat kejadian perwakilan SPPG tidak berada di sekolah. Meski begitu, ia memastikan evaluasi dan koordinasi akan tetap dilakukan.

“Karena kami tidak berada di lokasi saat itu, kami belum dapat memastikan. Tapi pengetatan tetap kami lakukan,” ujarnya.

Dinda juga berharap setiap kendala pada menu MBG dapat segera disampaikan langsung kepada pihak penyedia agar dapat ditindaklanjuti cepat dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran di luar kelas.

“Harapannya, kalau ada masalah atau kekurangan di makanan, seharusnya langsung disampaikan ke SPPG biar bisa cepat dikomunikasikan,” tegasnya. (ri)