RSUD dr Murjani Pastikan Pasien Kurang Mampu Tetap Dilayani Meski Tanpa BPJS

<p>Petugas RSUD dr Murjani Sampit saat melayani pasien. (Foto: Apri) </p>
Petugas RSUD dr Murjani Sampit saat melayani pasien. (Foto: Apri)
Bagikan

TINTABORNEO.COM, Sampit – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, baik yang telah memiliki BPJS Kesehatan maupun yang belum terdaftar. Pihak rumah sakit memastikan tidak ada pasien dari keluarga tidak mampu yang ditolak saat membutuhkan penanganan.

‎Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan bahwa pasien tanpa BPJS tetap bisa berobat dan akan langsung didaftarkan ke dalam Program Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan yang pembayarannya ditanggung pemerintah.

‎“Kami tetap melayani. Dalam kondisi urgen, petugas hanya meminta data dasar untuk proses pendaftaran UHC/JKN yang iurannya dibayar pemerintah,” jelas Yulia, Selasa (25/11/2025).

‎Ia menegaskan tidak pernah ada kebijakan rumah sakit yang meminta uang muka atau deposit kepada pasien kurang mampu yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Semua pasien yang membutuhkan layanan medis tetap mendapatkan pelayanan sesuai prosedur.

‎Bagi warga yang belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan, kata Yulia, pihak rumah sakit akan membantu proses pengajuan jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah, selama warga tersebut tinggal di wilayah yang masuk cakupan UHC.

‎“Kotim sudah memenuhi syarat 95 persen penduduk masuk kategori UHC atau JKN. Artinya, hampir seluruh masyarakat sudah bisa berobat menggunakan jaminan yang iurannya dibayarkan pemerintah,” terangnya.

‎Namun, bagi sebagian warga yang belum terdaftar dan datang berobat, petugas RSUD ataupun pejabat yang telah ditunjuk pemerintah akan membantu proses pendaftaran agar bisa segera mendapatkan layanan medis tanpa hambatan.

‎Dengan capaian UHC yang tinggi, RSUD dr Murjani berharap tidak ada lagi masyarakat yang ragu datang ke rumah sakit akibat kekhawatiran biaya. (ri)