Pemuda Kalteng Diminta Siap Hadapi Tantangan Pembangunan

Ketua Umum HMI Cabang Sampit, Mohammad Rizqi Rachmandani. (Foto: Ist)

TINTABORNEO.COM, Sampit – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen bersejarah yang bukan hanya simbol perjuangan para pahlawan, tetapi juga saat untuk merefleksikan pencapaian bangsa dan memperkuat semangat gotong royong serta persatuan dalam pembangunan.

Pada titik ini, peran pemuda sangatlah penting. Pemuda tidak hanya menjadi pemimpin masa depan, tetapi juga penentu arah perjalanan bangsa.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sampit, Mohammad Rizqi Rachmandani, menilai tantangan terbesar yang dihadapi pemuda Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini adalah tingginya angka pengangguran terdidik. Banyak lulusan sekolah dan perguruan tinggi belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.

Selain itu, kesenjangan kemampuan di bidang teknologi, inovasi, dan kewirausahaan masih terasa. Akses pendidikan dan pelatihan vokasi yang belum merata hingga pelosok daerah, lemahnya keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri, serta mentalitas menunggu peluang daripada menciptakannya, menjadi hambatan serius.

“Masalah ini harus segera diatasi, baik oleh pemuda itu sendiri maupun pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).

Rizqi menyebut, pemuda Kalteng sebenarnya sudah mulai menunjukkan keterlibatan dalam pembangunan daerah. Hal tersebut terlihat melalui kehadiran berbagai komunitas, organisasi kepemudaan, start-up lokal, dan kegiatan sosial. Namun, ia menilai keterlibatan itu belum masif dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam kebijakan strategis daerah.

“Ruang partisipasi yang belum optimal, minimnya koordinasi lintas sektor, serta terbatasnya akses informasi membuat sebagian pemuda belum dapat berperan maksimal,” tambahnya. 

Menanggapi tingginya angka pengangguran terdidik, Rizqi berpandangan bahwa kurikulum pendidikan yang belum adaptif menjadi salah satu penyebab utama. Ia mendorong penguatan pendidikan berbasis kompetensi, pelatihan vokasi, dan pembentukan inkubator bisnis untuk mendorong lahirnya wirausaha muda.

Ia juga menyoroti peluang besar yang terbuka seiring pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan. Menurutnya, pemuda Kalteng berpotensi memperoleh manfaat di sektor pekerjaan, inovasi, dan bisnis, asalkan dipersiapkan dengan baik sejak dini.

“Kalau tidak siap, kita akan tersisih oleh tenaga kerja dari luar dan tertinggal dalam arus pembangunan,” tegasnya.

Rizqi menekankan, peringatan kemerdekaan ke-80 tahun ini harus menjadi momentum bagi pemuda untuk melakukan refleksi dan kebangkitan baru. Ia mengingatkan, perjuangan pemuda saat ini bukan lagi melawan penjajah bersenjata, melainkan melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketimpangan.

“Bonus demografi yang akan datang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (ri)