Kemenag Soroti Faktor Ekonomi di Balik Maraknya Pencurian Kotak Amal

TINTABORNEO.COM, Sampit – Aksi pencurian kotak amal marak terjadi di Kota Sampit. Terkait hal itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Nur Widiantoro, menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya kasus serupa yang dilaporkan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut faktor ekonomi sebagai salah satu penyebab meningkatnya kasus pencurian.
“Secara penelitian ilmiah kami memang belum melakukan kajian khusus, tetapi berdasarkan laporan masyarakat, memang ada peningkatan kasus pencurian kotak amal akhir-akhir ini,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).
Nur menjelaskan bahwa tekanan ekonomi, terbatasnya lapangan pekerjaan, serta ketatnya persaingan kerja dapat mendorong seseorang melakukan tindakan melanggar hukum, termasuk pencurian. Ia mengingatkan bahwa secara prinsip keagamaan, perbuatan itu jelas dilarang.
Menurutnya, pendekatan untuk mengatasi persoalan tersebut tidak bisa hanya dari sisi religius. “Kesadaran agama memang penting, tapi perlu didukung dengan kondisi ekonomi yang stabil dan tersedianya peluang kerja,” katanya.
Laporan terkait pencurian kotak amal, kata dia, juga sempat diterima melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di beberapa kecamatan. Namun, sebaran kasus tidak merata dan lebih banyak terjadi di wilayah tertentu.
Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pencegahan, baik melalui kebijakan ekonomi maupun keamanan lingkungan.
“Langkah pencegahan bisa dilakukan melalui pemasangan CCTV, penguatan desain kotak amal agar tidak mudah dibobol, serta peningkatan pengawasan di tempat-tempat publik,” tutupnya. (ri)