Guru di Kotim Jadi Korban Perundungan!
TINTABORNEO.COM, SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan bahwa kasus perundungan tidak hanya menimpa pelajar, tetapi juga guru.
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah mengatakan, pihaknya pernah menerima laporan guru pendatang yang direndahkan atau dilawan oleh siswa.
“Kasusnya beragam. Ada guru honorer yang dikomentari ‘pendatang’ sehingga merasa tidak nyaman. Ada juga guru baru yang saat menegur siswa justru dilawan,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Ia menyebut, faktor relasi dengan orang tua siswa kadang menjadi kendala bagi guru untuk melapor. “Jika orang tua siswa tokoh masyarakat atau penyumbang besar di sekolah, kadang guru segan. Untuk itu, kami minta lapor ke Disdik atau Satgas PPKS,” tegasnya.
Menurut Irfansyah, pihaknya memiliki mekanisme penanganan yang melibatkan unsur kepolisian untuk kasus berat, terutama jika menyangkut hak-hak guru atau keselamatan mereka.
“Kami ingin semua guru merasa aman saat mengajar. Mereka pahlawan pendidikan, bukan pihak yang harus menanggung tekanan,” katanya.
Ia menegaskan, membangun pendidikan yang maju dimulai dari menciptakan suasana sekolah yang sehat dan harmonis.
“Jika guru dan siswa saling menghormati, proses belajar akan berjalan jauh lebih baik,” tutupnya. (ri)