BPBD Kotim Ajukan Bantuan Modifikasi Cuaca Antisipasi Karhutla

TINTABORNEO.COM, Sampit – Setelah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 90 hari ke depan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap mengajukan permohonan bantuan operasi modifikasi cuaca (OMC) ke pemerintah pusat.
Kepala BPBD Kotim, Multazam, mengatakan langkah ini diambil untuk mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kotim, yang kini memasuki puncak musim kemarau.
“Setelah ini kami akan ajukan. Biasanya permohonan diajukan oleh provinsi ke BNPB. Dalam rapat terakhir disebutkan, jika provinsi dan sejumlah kabupaten telah menetapkan status siaga, serta pertumbuhan awan dinilai cukup oleh BMKG, maka BNPB siap membantu pelaksanaan OMC. Mudah-mudahan kita bisa mendapat imbas hujannya,” kata Multazam, Jumat (1/8/2025).
Kotim menjadi daerah keempat di Kalimantan Tengah yang menetapkan status siaga karhutla, setelah Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, dan Pemerintah Provinsi Kalteng. Penetapan ini didasari meningkatnya jumlah titik api dan kondisi cuaca yang semakin kering.
“Kita di Kotim ini yang keempat. Penetapan ini karena kita melihat eskalasi kejadian, serta informasi yang masuk tidak hanya dari BPBD tetapi juga dari Masyarakat Peduli Api (MPA),” jelasnya.
Multazam mengungkapkan, dari laporan MPA yang tersebar di delapan kecamatan, tercatat sedikitnya delapan kejadian karhutla yang belum seluruhnya terdata dalam sistem pelaporan BPBD.
“Terhitung ada delapan kejadian dari laporan MPA, dan itu belum masuk ke BPBD. Jadi sebenarnya di kecamatan-kecamatan sudah terjadi kebakaran, hanya saja pelaporannya langsung ke MPA, sehingga datanya terpisah,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara MPA dan BPBD untuk memperkuat pemantauan serta penanganan cepat di lapangan. Dengan pelibatan berbagai pihak dan rencana operasi modifikasi cuaca, Multazam berharap risiko karhutla di Kotim dapat ditekan secara maksimal. (ri)