68 Lapak Kosong di Pasar Keramat Siap Tampung PKL

TINTABORNEO.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan menegaskan kesiapan mereka menampung pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak penertiban di kawasan Pasar Keramat, Kecamatan Baamang.
Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kotim Johny Tangkere yang turun langsung ke lokasi saat kegiatan pembersihan sisa lapak PKL, Selasa (5/8/2025), menyebut sudah ada 68 lapak kosong di dalam pasar yang siap digunakan oleh para pedagang.
“Sampai sekarang belum ada yang datang ke kami untuk minta masuk ke dalam pasar. Tapi kalau ada yang mau, kami siap. Langsung saja sampaikan ke kami,” kata Johny.
Johny juga menegaskan, tidak ada pungutan ataupun syarat rumit untuk masuk ke dalam pasar. Semua pedagang yang ingin berjualan secara tertib akan difasilitasi.
“Kalau ada yang ngaku-ngaku lapak itu punya dia, atau minta bayar, lapor ke kami. Itu urusan dinas. Semua lapak itu milik pemerintah daerah, jadi nggak mungkin berdiri tanpa prosedur,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan klaim sepihak atau konflik soal lapak, pihak dinas juga akan menyiapkan petugas keamanan sebagai pendamping saat relokasi dilakukan.
Johny juga meluruskan anggapan bahwa pihaknya dibackup oleh Satpol PP dalam urusan relokasi. Justru sebaliknya, kata dia, dinasnya yang mendukung Satpol PP dalam menangani dampak dari penertiban.
“Jangan salah tafsir. Bukan Satpol PP yang membackup kami, tapi kami yang membackup mereka. Kami yang menampung dampak setelah penertiban,” jelasnya.
Dinas berharap para pedagang yang sebelumnya berjualan di atas trotoar dan badan jalan bisa segera pindah ke dalam pasar agar penataan kawasan Pasar Keramat bisa berjalan maksimal. (dk)