Transformasi RSUD dr Murjani, Fokus pada Mutu, SDM, dan Inovasi

Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany. (Foto: Ist)

TINTABORNEO.COM, Sampit – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit terus berbenah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima dan profesional. Hal ini ditegaskan oleh Plt Direktur RSUD dr Murjani, dr Yulia Nofiany, yang berkomitmen membawa rumah sakit kebanggaan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu menuju standar pelayanan unggul, sejalan dengan visi daerah menciptakan Kotim yang mandiri, maju, dan sejahtera.

RSUD dr Murjani menargetkan menjadi rumah sakit rujukan nasional pada tahun 2030. Untuk itu, dr Yulia telah merumuskan tiga fokus utama yang menjadi pijakan dalam memimpin rumah sakit tersebut.

Pertama, peningkatan mutu layanan serta keselamatan pasien menjadi prioritas tertinggi. Menurutnya, setiap pasien berhak mendapat penanganan yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan penuh kepedulian.

“Hal terpenting bagi kami adalah bagaimana pasien merasa aman dan nyaman saat menjalani perawatan di RSUD dr Murjani,” kata dr Yulia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7/2025).

Kedua, penguatan kompetensi seluruh tenaga medis dan staf pendukung juga menjadi perhatian serius. Pelatihan berkelanjutan serta pengembangan kemampuan profesional akan terus dilakukan agar seluruh sumber daya manusia di rumah sakit semakin siap menghadapi tantangan ke depan.

“Mereka adalah tulang punggung pelayanan kita. Tanpa mereka, kualitas layanan tidak akan tercapai,” ujarnya.

Ketiga, penerapan inovasi dan teknologi modern sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses layanan. dr Yulia menekankan pentingnya adaptasi teknologi agar pelayanan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

“Inovasi bukan hanya soal alat canggih, tetapi juga cara kita bekerja agar lebih efisien dan berdampak langsung pada kepuasan pasien,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, kepemimpinannya bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan sebagai motor penggerak perubahan menuju rumah sakit yang lebih humanis dan berorientasi pada pasien.

“Tanggung jawab saya tidak hanya mengelola, tetapi juga memastikan seluruh pasien mendapat layanan terbaik, sementara staf merasa didukung dan dihargai,” tutupnya. (ri)