TP PKK Baamang Hulu Jalin Kolaborasi UMKM dengan Rejowinangun Jogja

TINTABORNEO.COM, Sampit – TP PKK Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, menjalin kerja sama pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan TP PKK Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Yogyakarta.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025 lalu ini diisi dengan saling bertukar informasi serta mempromosikan produk-produk unggulan masing-masing daerah.
Lurah Baamang Hulu, Rudi Setiawan, saat dikonfirmasi mengatakan, kerja sama tersebut berangkat dari inisiatif ibu-ibu PKK yang ingin mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermanfaat, sekaligus mencari ilmu baru untuk pengembangan usaha lokal.
“Awalnya ibu-ibu ingin mengisi liburan secara mandiri tanpa subsidi dari kelurahan. Kami sepakat, sekalian jalan-jalan sambil belajar. Akhirnya kami menghubungi pihak Lurah Rejowinangun dan TP PKK di sana untuk bertukar pengalaman,” kata Rudi Setiawan, Sabtu (12/7/2025).
Dalam kunjungan itu, TP PKK Baamang Hulu memperkenalkan berbagai produk lokal khas Kalimantan Tengah, seperti ukiran ikan jelawat, teh bajakah, sambal terasi, kerupuk pipih, kerupuk ikan jelawat, dan amplang.
“Teh bajakah itu memang produk asli kita dari Kalimantan, dan kami kenalkan di sana. Kalau mereka tertarik, kami siap kirim,” tambah Rudi.
Sebaliknya, dari TP PKK Rejowinangun, rombongan Baamang Hulu juga mempelajari berbagai produk UMKM, mulai dari pembuatan jamu beras kencur hingga sabun cuci piring yang diolah dari bahan limbah. Menurut Rudi, hal tersebut menjadi ide menarik yang bisa diterapkan di Baamang Hulu.
“Kami tertarik dengan pengolahan limbah menjadi produk bermanfaat seperti sabun. Itu ilmu baru yang akan kami coba aplikasikan di sini. Intinya, kegiatan kemarin lebih kepada bertukar ide dan pengalaman, walaupun belum ada MoU resmi,” jelasnya.
Rudi berharap ke depan, kerja sama ini bisa ditingkatkan dalam bentuk pertukaran produk secara rutin atau pengembangan program yang lebih formal.
“Harapannya, UMKM di Baamang Hulu semakin berkembang dan dikenal lebih luas, tak hanya di Kotim tetapi juga sampai ke luar daerah,” tutupnya. (ri)