Simak..! Ini Visi dan Misi Tiga Calon Ketua KONI Kotim

TINTABORNEO.COM, Sampit – Empat hari menjelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tersisa tiga nama, mereka masing-masing membawa slogan dan visi/misi bagaimana memajukan organisasi olahraga di daerah yang berjuluk Bumi Hanaring Hurung itu.
Salah satu bakal calon yakni Alexius Esliter membawa slogan “Olahraga Kita Jangan Seperti Ayam Kehilangan Induk”. Usai mengembalikan berkas pendaftaran ia menyebut langkahnya maju sebagai calon ketua KONI didasari dorongan dari sejumlah tokoh olahraga dan rasa kepedulian pribadi terhadap kondisi olahraga di Kotim yang saat ini dinilai mengalami kekosongan arah.
“Ini murni karena dorongan dari teman-teman, dan juga bentuk kepedulian saya terhadap dunia olahraga di Kotim. Selama ini seperti tidak ada komando. Sudah saatnya kita benahi bersama,” ujarnya, Senin (7/7/2025).
Alexius berharap, dengan kehadiran figur-figur baru dalam Musorkablub kali ini, semangat pembenahan dan kebangkitan olahraga Kotim bisa kembali menyala.
Terkait persyaratan dukungan dari cabang olahraga (cabor), Alexius memastikan telah mengantongi lebih dari cukup. Dari minimal 10 cabor pendukung yang disyaratkan panitia, pihaknya sudah mendapatkan dukungan dari 12 cabor.
“Dari informasi panitia, ada 29 cabor yang memiliki hak suara. Syarat minimal 30 persen, artinya 10 cabor. Kami bersyukur sudah mendapatkan dukungan dari 12 cabor, jadi sudah melampaui batas minimal,” ungkapnya.
Selanjutnya Gahara mengusung slogan “KONI Reborn”. Ia mengaku sudah mendapatkan dukungan 30 persen suara sebagaimana yang disyaratkan panitia penjaringan.
“Alhamdulillah, semua dokumen yang diminta sudah kami penuhi, termasuk surat rekomendasi dari 10 cabor, sesuai syarat minimal 30 persen dari total cabor yang memiliki hak suara,” kata Gahara.
Lebih lanjut, Gahara yang saat ini menjabat Ketua Harian DAD Kotim mengatakan bahwa pencalonannya bukan sekadar mengejar jabatan, tetapi bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat olahraga di Kotim. Ia menilai KONI sebelumnya sempat berada dalam situasi yang kurang kondusif, terutama akibat persoalan hukum yang sempat mencuat.
“Kita ingin menjadikan itu pelajaran. Ke depan, saya ingin menggalang kembali semangat persatuan di antara cabor. Karena sejatinya yang punya kepentingan langsung di organisasi KONI ini adalah cabor, merekalah yang memiliki atlet, mereka yang menjalankan pembinaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Ketua KONI hanya bertugas sebagai fasilitator yang menciptakan ruang pembinaan dan kompetisi yang baik bagi atlet-atlet daerah.
Selanjutnya bakal Ahmad Sarwo Oboi yang mengklaim mendapat dukungan dari 11 Cabor. Ia menjadi salah satu dari tiga nama yang mengembalikan berkas tepat pada hari penutupan pendaftaran.
Oboi, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kotim, menyampaikan rasa syukur karena seluruh dokumen yang menjadi syarat administratif telah disiapkan dan diserahkan sesuai ketentuan panitia.
“Alhamdulillah hari ini kami menyerahkan berkas pendaftaran. Soal kelengkapan nanti akan diverifikasi oleh tim. Tapi sejauh ini, dari sisi dokumen yang kami serahkan, sudah lengkap semua,” ujarnya usai pengembalian berkas di Sekretariat Musorkablub KONI Kotim.
Sesuai jadwal dari Tim Panitia Penjarinan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kotim dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Juli 2025. Sebelumnya, TPP akan memverifikasi berkas pendaftaran bakal calon pada 8 Juli, disusul pengumuman calon yang lolos pada 9 Juli, dan penyampaian hasil kerja TPP pada 10 Juli. (dk)