Sekolah Dilibatkan dalam Edukasi Bencana Lewat Program SPAB

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam. (Foto : Andri)

TINTABORNEO.COM, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) makin serius membangun budaya sadar bencana di dunia pendidikan. Lewat Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), BPBD menyasar sekolah-sekolah untuk menanamkan pemahaman kesiapsiagaan sejak usia dini.

“Pelajar adalah kelompok paling mudah diinduksi untuk memahami pentingnya penanggulangan bencana. Mereka bisa menjadi agen-agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Jumat (25/7/2025).

Program SPAB ini menyatu dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar di awal tahun ajaran. Materi kebencanaan pun disisipkan, mulai dari cara menghadapi banjir, menghindari risiko kebakaran hutan, hingga pentingnya menjaga lingkungan.

Menurut Multazam, ada tiga aksi utama yang ditanamkan, yakin menghindari bencana, seperti mencari tempat aman saat banjir datang, meminimalisir risiko bencana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mencegah penggundulan hutan, berharmonisasi dengan bencana, artinya saling mendukung dan tidak tumpang tindih dalam aksi penanggulangan.

“Ini bagian dari harmonisasi kebencanaan di sektor pendidikan. Kita masuk ke sekolah, tidak hanya mengedukasi guru, tapi langsung menyentuh siswa-siswinya,” kata Multazam.

BPBD juga menjangkau sekolah-sekolah di daerah rawan bencana, baik di wilayah selatan yang kerap dilanda karhutla dan kekeringan, maupun utara yang rawan banjir. Bahkan sekolah-sekolah di area perkebunan besar pun tak luput dari program ini.

Multazam mengapresiasi inisiatif sekolah yang aktif mengundang BPBD untuk mengisi materi SPAB, seperti SMAN 4 Sampit dan SMA Taruna Jaya. Ia juga menyebutkan bahwa pada Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, 29 sekolah di Kotim sudah ikut program SPAB secara mandiri.

“Kami tidak ingin program ini sekadar formalitas. Harapannya, para siswa bisa membawa nilai-nilai kesiapsiagaan ke rumah dan lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Ke depan, BPBD Kotim akan terus memperluas jangkauan program ini agar budaya sadar bencana tumbuh dari sekolah dan menyebar ke masyarakat secara luas. (dk)