RSUD dr Murjani Jadi Rujukan Studi Sistem Klaim BPJS, RSUD Lamandau Belajar Inovasi Cepat

Kepala Bagian Umum RSUD dr Murjani Sampit drg Ari Wijayanto, saat menerima kunjungan kaji banding dari RSUD Lamandau, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

TINTABORNEO.COM, Sampit – Upaya RSUD dr Murjani Sampit untuk terus berinovasi kembali mendapat pengakuan. Rumah sakit andalan masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim) ini menjadi tempat rujukan bagi RSUD Lamandau yang ingin mendalami penggunaan Sistem Informasi Manajemen Generik Open Source (Simgos) 2, khususnya terkait percepatan pengajuan klaim BPJS Kesehatan.

Kunjungan tim RSUD Lamandau, yang dipimpin langsung Direktur dr Mardoni Setiawan, Sp.B, bersama Kabid Pelayanan Medik Septina, Kasie Rekam Medis Joko Purwanto, serta Kasie Penunjang Medis Sri Utari, diikuti 13 anggota lainnya. Mereka sengaja datang untuk mempelajari keunggulan penerapan Simgos 2 yang telah disempurnakan di RSUD dr Murjani.

“Kami mendapat banyak masukan dari BPJS Kesehatan, salah satunya terkait efisiensi klaim. RSUD Murjani dinilai punya tingkat fraud sangat rendah, jadi RSUD Lamandau disarankan belajar ke sini,” ungkap Kepala Bagian Umum RSUD dr Murjani, drg. Ari Wijayanto, Rabu (9/7/2025). 

Dengan jumlah pasien yang mencapai 500–600 orang per hari untuk rawat jalan, serta 200 pasien rawat inap, RSUD dr Murjani dituntut bekerja lebih cepat dan tepat. Salah satu solusi cerdas yang diterapkan adalah penambahan aplikasi robotik dalam Simgos 2. Fitur ini memudahkan mulai dari tahap input data, pemeriksaan, hingga perbaikan klaim yang sempat tertunda atau ditolak.

“Proses klaim BPJS yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini bisa selesai hanya dalam sehari. Sistem robotik ini membantu semua berjalan lebih cepat dan minim kesalahan,” jelasnya.

Sebelumnya, semua klaim dilakukan manual sehingga memerlukan waktu panjang dan berisiko tinggi terjadi human error. Dengan sistem baru, tenaga administrasi cukup memasukkan data, selanjutnya komputer yang menyelesaikan proses hingga tahap akhir. Bahkan jika terjadi pending klaim, perbaikan bisa segera dilakukan secara otomatis.

Tak hanya berfokus pada sistem klaim, RSUD dr Murjani juga serius memperkuat infrastruktur teknologi. Seluruh komputer di rumah sakit ini kini sudah terhubung melalui jaringan intranet berkapasitas tinggi, ditopang peningkatan daya dan penguatan jaringan kabel.

“RSUD Murjani sangat cepat beradaptasi. Dalam hitungan bulan saja, mereka bisa memperbaiki sistem jaringan secara menyeluruh. Semua komputer sudah terkoneksi dan dayanya besar, sehingga mendukung pelayanan yang lancar,” tambah drg. Ari.

Menariknya, meski RSUD Lamandau lebih dulu menerapkan Simgos 2 sejak Februari 2024, RSUD dr Murjani yang baru memulai pada Agustus 2024 justru bergerak lebih progresif. Sejumlah fitur tambahan, termasuk robotik untuk klaim BPJS, langsung diintegrasikan sejak awal.

Dengan inovasi ini, RSUD dr Murjani semakin dipercaya sebagai rumah sakit rujukan yang mengutamakan pelayanan cepat, akurat, dan transparan. Kunjungan RSUD Lamandau pun menjadi bukti nyata bahwa rumah sakit ini sudah selangkah lebih maju dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. (ri)