Personel Ditpolairud Polda Kalteng Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba di Wilayah Pegatan, Katingan

TINTABORNEO.COM, Katingan – Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah. Kali ini, melalui Markas Perwakilan Pegatan di DAS Katingan, personel Ditpolairud menyambangi masyarakat pesisir di Desa Pegatan, Kabupaten Katingan, untuk memberikan edukasi serta himbauan tentang bahaya narkoba, Sabtu (26/7/2025) sore.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran narkoba di wilayah pesisir yang dinilai rentan terhadap peredaran barang haram tersebut.
“Sudah bukan hal baru lagi bahwa narkoba dapat merusak masa depan siapa saja, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif untuk bersama-sama menolak keberadaan narkoba di sekitar kita,” kata Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra, mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Dalam kegiatan itu, personel Ditpolairud menyambangi warga yang sedang berkumpul di sekitar dermaga dan perkampungan pesisir, menyampaikan pesan-pesan penting terkait bahaya narkotika bagi kesehatan fisik, mental, serta dampaknya terhadap keluarga dan masyarakat.
“Narkoba bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga menghancurkan kehidupan sosial, ekonomi, hingga mengancam stabilitas keluarga. Penggunaan jangka panjang bahkan bisa menimbulkan gangguan kecemasan, depresi, hingga gangguan jiwa berat,” ujar salah satu anggota Ditpolairud di lapangan.
Lebih lanjut, Ditpolairud mengajak masyarakat untuk turut serta menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dari penyalahgunaan narkoba. Caranya, dengan aktif melaporkan setiap indikasi peredaran gelap narkoba dan memberikan edukasi kepada keluarga masing-masing.
“Tutup rapat-rapat peluang narkoba masuk ke lingkungan kita. Dengan kekompakan dan semangat kebersamaan, kita pasti bisa melawannya,” tegasnya.
Program penyuluhan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif masyarakat akan bahaya narkoba serta memperkuat daya tahan sosial di wilayah pesisir yang menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba. (li)