Pemkab Kotim Usulkan Revitalisasi Taman Kota Sampit

TINTABORNEO.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) mengusulkan perencanaan revitalisasi Taman Kota Sampit dalam rancangan perubahan APBD 2025. Langkah ini dilakukan guna menghidupkan kembali ruang publik yang selama ini dinilai kurang optimal dimanfaatkan masyarakat.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan bahwa kondisi taman kota saat ini cukup memprihatinkan. Jogging track yang tersedia jarang digunakan, sementara kebersihan dan kenyamanan lingkungan dinilai kurang memadai.
“Sekarang jogging track tidak digunakan sebagaimana mestinya. Warga malah lebih memilih jogging di jalan. Selain itu, banyak sampah berserakan dan akses masuk ke taman juga kurang nyaman,” ujar Mentana, Kamis (10/7/2025).
Ia menambahkan, dalam konsep revitalisasi yang diusulkan, taman kota akan didesain lebih terbuka tanpa pagar, mengikuti konsep taman kota modern di berbagai daerah. Sarana bermain anak dan fasilitas olahraga ringan juga akan ditambahkan agar taman lebih ramah bagi semua kalangan.
“Kami ingin menciptakan taman kota yang representatif dan nyaman, dilengkapi spot bermain serta fasilitas olahraga ringan,” tambahnya.
Menanggapi usulan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Mariani, menyatakan dukungannya namun menekankan pentingnya pengelolaan jangka panjang. Menurutnya, keberadaan taman kota harus didukung dengan sistem kebersihan dan keamanan yang berkelanjutan agar tidak kembali terbengkalai setelah dibangun.
“Kami tidak ingin taman hanya ramai saat baru dibangun, lalu dibiarkan kotor dan rusak. Maka harus disiapkan juga perangkat pendukung seperti petugas kebersihan dan keamanan,” kata Mariani.
Ia juga menyebutkan bahwa revitalisasi taman kota berpotensi menjadi ikon baru Kota Sampit, sehingga harus dirancang dengan matang dan dipelihara secara konsisten.
“Kita ingin taman kota bisa menjadi ruang publik yang benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Jangan sampai hanya ramai di akhir pekan. Harus ada yang menjaga dan merawatnya agar tetap eksis,” pungkasnya. (ri)