Pasokan Gas 3 kg Masih Kosong di 6 Kecamatan Kotim, Pemerintah Upayakan Konversi

TINTABORNEO.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong percepatan program konversi minyak tanah ke gas elpiji (LPG) di enam kecamatan yang hingga kini belum terjangkau program tersebut. Enam kecamatan itu yakni Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, dan Antang Kalang.
Plt Asisten II Setda Kotim Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rody Kamislam, mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan pelaksanaan program konversi ke pemerintah pusat, dan saat ini masih menunggu tindak lanjut dari kementerian terkait.
“Permohonan sudah kami sampaikan, tinggal menunggu tindak lanjut dari pusat. Proses konversi ini melalui tahapan di Ditjen Migas dan eksekusinya di bawah Pertamina,” ujar Rody, Selasa (31/7/2025).
Ia menjelaskan, program konversi diharapkan dapat mulai dilaksanakan pada awal 2026 dengan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, Pemkab Kotim juga telah menyiapkan opsi konversi mandiri apabila tidak tersedia anggaran dari pusat.
“Kalau tidak bisa didanai dari APBN, kita upayakan konversi mandiri. Artinya, distribusi tetap dilakukan tapi tanpa pengadaan dari pusat, karena sebagian besar rumah tangga sudah memiliki tabung LPG 3 kg,” imbuhnya.
Menurut Rody, saat ini minyak tanah sudah sulit diperoleh di pasaran, sementara sebagian besar masyarakat di enam kecamatan tersebut telah beralih menggunakan LPG secara swadaya.
“Fokus kita pemerintah daerah adalah memastikan ketersediaan distribusi dan penyesuaian pangkalan resmi,” tandasnya. (ri)