Marnit DAS Kumai Gencarkan Edukasi Bahaya Radikalisme di Desa Kapitan

TINTABORNEO.COM, Pangkalan Bun – Upaya pencegahan terhadap ancaman terorisme dan paham radikal terus dilakukan oleh jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah. Salah satunya melalui kegiatan edukatif yang digelar oleh personel Markas Unit (Marnit) DAS Kumai, yang menyasar masyarakat di Desa Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara langsung di tengah-tengah warga, para personel memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan semangat toleransi.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Direktur Polairud Kombes Pol Dony Eka Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kepolisian terhadap bahaya laten radikalisme yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat.
“Dengan membangun komunikasi yang baik dan menjalin kepercayaan bersama masyarakat, kami bisa mendeteksi sejak dini potensi ancaman dan meminimalisir penyebaran paham radikal,” ujar Kombes Pol Dony Eka Putra.
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam memerangi radikalisme. Oleh karena itu, edukasi seperti ini penting dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami cara mengenali dan menolak ideologi yang bertentangan dengan semangat kebangsaan.
Dalam kegiatan tersebut, warga diajak berdialog seputar ancaman terorisme dan cara menjaga lingkungan tetap aman serta bebas dari pengaruh negatif kelompok ekstrem. Selain itu, disampaikan pula pentingnya peran keluarga, sekolah, dan tokoh masyarakat dalam memperkuat ketahanan ideologis bangsa, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di Desa Kapitan. Semangat gotong royong dan toleransi harus terus kita jaga sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, pihak Ditpolairud berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (li)