Lapas Sampit Dorong Warga Binaan Lebih Mandiri

Kalapas Sampit, Muhammad Yani (kiri) saat melakukan penimbangan ikan lele dari hasil budidaya dari warga binaan, Senin (28/7/2025). (Foto: Ist)

TINTABORNEO.COM, Sampit – Lapas Kelas IIB Sampit kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan melalui kegiatan panen ikan lele hasil budidaya internal. Sebanyak 60 kilogram ikan lele berhasil dipanen dari kolam dua pada Senin (28/7/2025), dan langsung didistribusikan ke dapur umum sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan konsumsi harian warga binaan.

Panen ini dilakukan oleh dua orang tamping (warga binaan pendamping) yang terlibat aktif dalam proses pemeliharaan ikan sejak awal. Kegiatan berlangsung di bawah pengawasan langsung Kasubsi Giatja, Ahmad Syafiuddin, serta Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani.

Kepala Lapas, Muhammad Yani, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras para tamping dan seluruh jajaran yang terlibat. Menurutnya, panen ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga mencerminkan semangat kemandirian dan produktivitas di dalam lingkungan pemasyarakatan.

“Ini bukan sekadar panen ikan, tapi panen hasil dari proses pembinaan dan pembelajaran. Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan mampu berkarya, dan kegiatan seperti ini menjadi bekal keterampilan yang bisa mereka bawa saat kembali ke masyarakat,” ujar Yani.

Program budidaya ikan lele ini merupakan bagian dari upaya Lapas Sampit dalam membentuk pribadi warga binaan yang mandiri, bertanggung jawab, dan produktif. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung ketahanan pangan internal lapas dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.

Yani menambahkan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Sampit tidak hanya terbatas pada budidaya perikanan. Berbagai program seperti pelatihan keterampilan, assessment rehabilitasi, dan pembinaan mental terus digalakkan sebagai bentuk nyata transformasi pemasyarakatan.

“Kami percaya, pembinaan yang menyeluruh baik secara fisik, mental, maupun keterampilan akan membantu warga binaan menjalani hidup yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukumannya,” tambahnya.

Dengan mengedepankan sinergi antara pembinaan, pengawasan, dan dukungan moral, Lapas Kelas IIB Sampit bertekad menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perubahan positif. 

“Harapannya, warga binaan yang telah dibina dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik, siap menjalani hidup secara mandiri, dan bermartabat,” tandasnya. (ri)