Komisi III Soroti Pustu Tanpa Tenaga Kesehatan

TINTABORNEO.COM, Sampit – Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti tidak optimalnya operasional sejumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) di berbagai wilayah, terutama akibat ketiadaan tenaga kesehatan di lokasi pelayanan.
Anggota Komisi III, Riskon Fabiansyah, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh Pustu agar fungsi pelayanan dasar kepada masyarakat benar-benar berjalan maksimal.
“Tidak sedikit warga yang mengeluhkan jam operasional Pustu, bahkan ada laporan mengenai tenaga kesehatan yang tidak berada di tempat saat masyarakat membutuhkan layanan,” ujar Riskon, Senin (14/7/2025).
Ia menegaskan bahwa keberadaan Pustu memiliki peran strategis, terutama di daerah pedesaan, sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Keberadaannya diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat serta mengurangi beban pasien di fasilitas yang lebih besar, seperti Puskesmas dan RSUD dr Murjani Sampit.
“Pustu seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan ringan, sekaligus membantu mengurangi antrean di Puskesmas maupun rumah sakit,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan yang diterimanya dari Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Riskon menyebutkan bahwa Dinkes telah menindak tegas tenaga kesehatan yang tidak disiplin, termasuk menjatuhkan sanksi hingga pemberhentian bagi mereka yang melanggar komitmen kerja.
“Kami mengapresiasi tindakan tegas Dinkes. Namun, ke depan kami mendorong agar pengawasan dilakukan secara konsisten, agar tidak ada lagi pelayanan yang terganggu karena ketidakhadiran tenaga kesehatan,” tegas politisi muda tersebut.
Riskon berharap agar evaluasi dan pengawasan terhadap seluruh Pustu, baik di wilayah terpencil maupun perkotaan, dilakukan secara berkala. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.
“Pengawasan rutin dan evaluasi kinerja harus terus dilakukan agar Pustu benar-benar memberikan pelayanan yang maksimal dan tidak mengecewakan masyarakat,” pungkasnya. (ri)