Klinik Terapung Kapal Polisi, Terobosan Ditpolairud Polda Kalteng Layani Masyarakat Pesisir

TINTABORNEO.COM, Sampit – Layanan kesehatan masih menjadi salah satu permasalahan utama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, khususnya di Kalimantan Tengah. Di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, akses terhadap fasilitas kesehatan sangat terbatas karena jarak yang jauh dari pusat kota dan minimnya sarana transportasi medis.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah mengambil langkah nyata dengan menghadirkan Klinik Terapung Kapal Polisi. Program ini dijalankan melalui jajaran KP XVIII-2006 yang berpatroli di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya, Sampit, bekerja sama dengan Puskesmas Ketapang 2.
Layanan kesehatan tersebut digelar pada Rabu (23/07/2025) pagi dan menjadi bagian dari program ‘Ditpolairud Polda Kalteng Sehatkan Masyarakat Pesisir’, sebuah inisiatif untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang belum terlayani secara maksimal oleh fasilitas kesehatan konvensional.
Direktur Ditpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol Dony Eka Putra, mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen institusinya dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang hidup di wilayah perairan dan pelosok.
“Program layanan kesehatan melalui klinik terapung ini adalah salah satu upaya kami untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat pesisir. Dengan demikian, kondisi kesehatan mereka tetap terpantau dan tertangani sejak dini,” ujar Kombes Pol Dony.
Sementara itu, Komandan Kapal KP XVIII-2006, Aipda Choirul Mahfud, menambahkan bahwa program ini tidak bersifat statis. Selain sebagai klinik terapung, kapal juga difungsikan sebagai perpustakaan terapung yang bisa berpindah-pindah sesuai kebutuhan warga di berbagai wilayah perairan.
“Harapan kami, layanan ini dapat menjangkau ratusan kepala keluarga yang tersebar di pesisir Kalimantan Tengah. Semoga keberadaan klinik terapung ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga setempat. Pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi medis, hingga pemberian obat-obatan menjadi bentuk layanan langsung yang diberikan kepada masyarakat. Ditpolairud berharap, program ini bisa menjadi jembatan antara kebutuhan dasar warga dan keterbatasan fasilitas yang selama ini menjadi penghambat utama akses kesehatan di daerah pesisir. (li)