273 Pasien Gagal Ginjal di RSUD dr Murjani Sampit Masih Menunggu Layanan Cuci Darah

TINTABORNEO.COM, Sampit – Tingginya kebutuhan layanan Hemodialisis (HD) atau cuci darah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat daftar tunggu pasien gagal ginjal di RSUD dr Murjani Sampit terus mengular. Sejak tahun 2017 hingga 2025, tercatat sebanyak 816 pasien gagal ginjal telah terdata di rumah sakit rujukan utama tersebut.
Dari jumlah itu, 473 pasien sudah mendapatkan layanan hemodialisis secara rutin. Sementara sebanyak 273 pasien lainnya masih berada dalam daftar antrean untuk bisa menjalani terapi yang sangat vital ini.
“Dari 273 pasien yang masih antre, 216 merupakan warga Kotim, sedangkan 57 lainnya berasal dari luar daerah,” ujar Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, Minggu (27/7/2025).
Menurut Yulia, waktu tunggu untuk mendapatkan layanan HD tidak bisa dipastikan secara pasti karena sangat bergantung pada kondisi pasien aktif yang masih menjalani perawatan.
“Pergantian pasien HD biasanya terjadi jika ada pasien yang meninggal dunia atau berhenti terapi karena pindah layanan. Jadi, selama pasien aktif masih sehat dan rutin menjalani HD serta kontrol ke dokter, antrean tidak akan cepat bergerak,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberlangsungan hidup pasien HD sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan menjalani perawatan dan gaya hidup yang sehat.
“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan HD, baik dari segi alat maupun sumber daya manusia. Karena kami menyadari, permintaan layanan ini setiap tahun semakin meningkat,” ungkapnya.
Perlu diketahui, RSUD dr Murjani Sampit menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan pemerintah di wilayah Kotim yang menyediakan layanan hemodialisis secara rutin dan lengkap. (ri)