Program Makan Bergizi Gratis di Kotim Dihentikan Mendadak, Dewan Minta Penjelasan

Anggota DPRD Kotim, SP Lumban Gaol.

TINTABORNEO.COM, Sampit – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dalam tahap uji coba di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dihentikan secara mendadak tanpa pemberitahuan resmi. Penghentian ini disayangkan oleh Anggota DPRD Kotim, SP Lumban Gaol.

Ia menilai, penghentian program tanpa sosialisasi atau penjelasan yang jelas dapat menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat maupun pihak terkait.

“Kami mendapat informasi bahwa program MBG di Kotim telah dihentikan lebih dari dua pekan tanpa ada penjelasan resmi kepada publik,” kata Gaol, Selasa (3/6/2025).

Menurutnya, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah penghentian ini bersifat sementara atau final. Ia juga mempertanyakan apakah kebijakan tersebut hanya diterapkan di Kotim atau berlaku secara nasional.

“Jika penghentian ini hanya terjadi di Kotim, maka pemerintah daerah harus segera mencari tahu akar permasalahannya. Namun jika ini merupakan kebijakan nasional, besar kemungkinan ada kendala teknis atau administratif pada program tersebut,” ujarnya.

Gaol mengungkapkan, sebagai program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan peserta didik, pelaksanaan MBG seharusnya dikawal dengan baik oleh pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa uji coba tidak seharusnya dihentikan di tengah jalan tanpa kejelasan.

“Program seperti ini sangat penting. Uji coba seharusnya dilakukan secara konsisten hingga program benar-benar siap untuk diimplementasikan secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaan program berjalan optimal. Menurutnya, penghentian tiba-tiba justru menunjukkan lemahnya koordinasi lintas sektor.

“Kami berharap program MBG ini bisa segera dilanjutkan kembali, dengan evaluasi dan perbaikan yang diperlukan jika memang terdapat kendala di lapangan,” tutupnya.

Diketahui, program makan bergizi gratis merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional yang saat ini sedang dalam tahap uji coba di sejumlah sekolah di Indonesia, termasuk di 19 sekolah di wilayah Kabupaten Kotim. (ri)