Pemindahan Kapal Barang ke Pelabuhan Bagendang, Pemkab Gandeng Pelindo dan KSOP

Kapal PT DLU yang bertolak dari Pelabuhan Sampit.

TINTABORNEO.COM, Sampit – Rencana pemindahan aktivitas kapal barang dari Pelabuhan Sampit ke Pelabuhan Bagendang kembali bergulir. Setelah tertunda sejak 2020 akibat pandemi, kini Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama PT Pelindo dan instansi terkait mulai menyusun langkah konkret.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, mengungkapkan bahwa pertemuan dengan pihak Pelindo telah dilakukan untuk menyusun action plan pemindahan, yang ditargetkan mulai berjalan di akhir 2025.

“Kami sudah minta Pelindo menyiapkan tahapan kerja mereka, sementara kami juga menyusun dari sisi pemerintah daerah. Ini akan jadi kerja bersama agar pemindahan tidak menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Tahapan awal pemindahan akan difokuskan pada kapal-kapal barang. Sementara kapal penumpang, termasuk jenis ro-ro, masih akan tetap beroperasi di Pelabuhan Sampit, meski pengecualian masih dibahas lebih lanjut.

Terkait kekhawatiran operator pelayaran seperti PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang menilai pemindahan berisiko dari sisi teknis dan ekonomi, Raihansyah meminta semua pihak terbuka terhadap dialog dan solusi.

“Jangan pesimis dulu. Belum dilaksanakan sudah dibilang sulit. Kita cari jalan tengah bersama,” tegasnya.

Pemkab juga berencana mengadakan audiensi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat dalam waktu dekat untuk membahas teknis pemindahan pelabuhan barang, sekaligus mendukung kelancaran operasional Pelabuhan Bagendang. (dk)