Bupati Minta Perusahaan Aktif Bantu Penanganan Stunting di Kotim

Bupati Kotim, Halikinnor saat menghadiri acara Rembuk Stunting sekaligus meluncurkan aplikasi Si Laras di Ballroom Wella Hotel Sampit, Jumat (20/6/2025).

TINTABORNEO.COM, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menegaskan bahwa penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk sektor swasta. Ia meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kotim untuk aktif berkontribusi dalam upaya menurunkan angka stunting yang masih cukup tinggi di daerah tersebut.

“Saya minta perusahaan-perusahaan di Kotim untuk tidak tutup mata. Penanganan stunting ini bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Dunia usaha harus ikut ambil bagian,” tegas Halikinnor, Jumat (20/6/2025).

Menurutnya, meskipun sudah dilakukan beberapa kali pertemuan dengan pihak swasta, namun kontribusi nyata dari kalangan pengusaha masih sangat minim.

“Dari sekian banyak perusahaan, baru satu dua yang betul-betul aktif berkontribusi membantu penanganan stunting. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Untuk itu, Halikinnor menyatakan akan segera menggelar pertemuan besar dengan seluruh gabungan pengusaha, baik di Kabupaten Kotim maupun melalui forum di Jakarta.

“Nanti akan saya kumpulkan semua. Bisa di Kotim atau di Jakarta. Saya akan tekankan agar seluruh perusahaan terlibat secara aktif. Kita tidak bisa bekerja sendiri, dan masalah stunting ini harus diselesaikan secara bersama-sama,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa angka stunting di Kotim sempat menyentuh 35,5 persen, dan meskipun telah berhasil ditekan menjadi sekitar 22 persen, angka tersebut masih jauh dari ideal. Target pemerintah adalah menurunkannya hingga di bawah 15 persen pada tahun mendatang.

“Ini kerja besar. Kita tidak bisa hanya mengandalkan anggaran daerah. Dukungan perusahaan lewat program CSR sangat penting agar intervensi terhadap gizi, kesehatan ibu-anak, dan penyediaan infrastruktur dasar bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Halikinnor mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, untuk membangun sinergi kuat dalam melawan stunting.

“Kalau kita ingin generasi Kotim tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing, maka mari kita bergerak bersama. Jangan biarkan anak-anak kita kehilangan masa depan hanya karena stunting,” tutupnya. (ri)